}

Pengunjung

Minggu, 24 November 2013

SURAT UNTUK SANG GARUDA
 
Cucuran peluh keringat mengalir di keningmu
Merayap-rayap, hilir mudik, dan menari-nari
membelai kening dan pipimu yang tersengat oleh surya
Tak jera olehmu, ayah ibu
Bukan adinda menutup hati
Tampak  ayah ibu telah senja
Fenomena gelisah dan iba
Mulai menggerogoti untaian karang impianku
 
Kristal wajahmu diselimuti keraguan atas impianku
Rasa dosa mencabik-cabik pikiranmu
Seolah semua salahmu
Seolah engkau tak berharga
Seolah engkau tak membahagiakan ananda
Ayah ibu
Ananda tidak menyesali nasib
Ananda tidak menuntut tanggungjawabmu
Cukup kerutan di dahi, wajah dan badanmu
Saksi usiamu atas hidupku
Cukup koyakan kulit telapak tangan dan kakimu
Saksi rintihan sakitmu atas hidupku
 
Ayah ibu
Anakmu tak berdaya melihat engkau merasa berdosa
Anakmu tak berdaya melihat engkau gundah gulana
Anakmu tak berdaya melihat engkau merintih
Anakmu tak berdaya melihat engkau kesakitan
 
Ananda akan menancapkan tongkat penggapai cita
Ananda akan menyulam kesabaran dalam dada
Ananda akan menggoreskan nama ayah ibu dalam hati
Ananda akan mengingat bingkisan nasehat engkau
Hingga Ananda menyeret kesuksesan di hadapan engkau
 
Ayah ibu
Kini Ananda sedang merajut cita dalam untaian pendidikan
Merajut cita dengan penuh keluh kesah
Biarlah kaki ini menapaki sesaknya rotasi kehidupan
Biarlah jemari ini meniti rupa alam keterbatasan
Duri kehidupan bukan pangkal kegagalan
Duri kehidupan adalah pemicu sepercik api
Yang akan melompat untuk lebih menyala
 
Ayah ibu
Jejak waktu  akan terlewati oleh ananda
Detak denyut masa tidak akan lengah
Setapak buta tetap ananda lintasi
Ananda akan menyibak keterbatasan di dalam perjuangan
Hingga engkau tersenyum atas keberhasilan Ananda
 
Wahai negeri untaian khatulistiwa
Yang membentang kokoh
Lautan hijau merias wajahmu
Di dalam wajahmu tercium semerbak kekayaan
Semerbak yang tak lekang oleh sejarah
 
Gunung menjulang perkasa
Batu bara tersusun kokoh
Minyak merekah dan gemerlap
Emas terhampar dan menebar
Timah bersemi dan kemilau
Simpanan kekayaan terukir setiap goresan tinta sejarah
Negeri yang begitu megah
Tetapi cerita hidup anak negeri ini terlukis resah
Membuat hati anak negeri ini semakin tergugah
Meraih cita harus dengan penuh keluh kesah
 
Ayah ibu
Izinkan ananda menitip surat kepada Sang Garuda
Surat catatan anak negeri kepada pemimpin negeri ini
Kami anak negeri meminta sokongan keadilan pendidikan
Untuk menipiskan keluh kesah anak negeri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar