SURAT
UNTUK SANG GARUDA
Cucuran
peluh keringat mengalir di keningmu
Merayap-rayap,
hilir mudik, dan menari-nari
membelai
kening dan pipimu yang tersengat oleh surya
Tak
jera olehmu, ayah ibu
Bukan
adinda menutup hati
Tampak ayah ibu telah senja
Fenomena
gelisah dan iba
Mulai
menggerogoti untaian karang impianku
Kristal
wajahmu diselimuti keraguan atas impianku
Rasa
dosa mencabik-cabik pikiranmu
Seolah
semua salahmu
Seolah
engkau tak berharga
Seolah
engkau tak membahagiakan ananda
Ayah
ibu
Ananda
tidak menyesali nasib
Ananda
tidak menuntut tanggungjawabmu
Cukup
kerutan di dahi, wajah dan badanmu
Saksi
usiamu atas hidupku
Cukup
koyakan kulit telapak tangan dan kakimu
Saksi
rintihan sakitmu atas hidupku
Ayah
ibu
Anakmu
tak berdaya melihat engkau merasa berdosa
Anakmu
tak berdaya melihat engkau gundah gulana
Anakmu
tak berdaya melihat engkau merintih
Anakmu
tak berdaya melihat engkau kesakitan
Ananda
akan menancapkan tongkat penggapai cita
Ananda
akan menyulam kesabaran dalam dada
Ananda
akan menggoreskan nama ayah ibu dalam hati
Ananda
akan mengingat bingkisan nasehat engkau
Hingga
Ananda menyeret kesuksesan di hadapan engkau
Ayah
ibu
Kini
Ananda sedang merajut cita dalam untaian pendidikan
Merajut
cita dengan penuh keluh kesah
Biarlah
kaki ini menapaki sesaknya rotasi kehidupan
Biarlah
jemari ini meniti rupa alam keterbatasan
Duri
kehidupan bukan pangkal kegagalan
Duri
kehidupan adalah pemicu sepercik api
Yang
akan melompat untuk lebih menyala
Ayah
ibu
Jejak
waktu akan terlewati oleh ananda
Detak
denyut masa tidak akan lengah
Setapak
buta tetap ananda lintasi
Ananda
akan menyibak keterbatasan di dalam perjuangan
Hingga
engkau tersenyum atas keberhasilan Ananda
Wahai
negeri untaian khatulistiwa
Yang
membentang kokoh
Lautan
hijau merias wajahmu
Di
dalam wajahmu tercium semerbak kekayaan
Semerbak
yang tak lekang oleh sejarah
Gunung
menjulang perkasa
Batu
bara tersusun kokoh
Minyak
merekah dan gemerlap
Emas
terhampar dan menebar
Timah
bersemi dan kemilau
Simpanan
kekayaan terukir setiap goresan tinta sejarah
Negeri yang begitu megah
Tetapi cerita hidup anak negeri ini
terlukis resah
Membuat
hati anak negeri ini semakin tergugah
Meraih
cita harus dengan penuh keluh kesah
Ayah
ibu
Izinkan
ananda menitip surat kepada Sang Garuda
Surat
catatan anak negeri kepada pemimpin negeri ini
Kami
anak negeri meminta sokongan keadilan pendidikan
Untuk
menipiskan keluh kesah anak negeri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar